Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta, menegaskan pentingnya reformasi kultural di tubuh Polri agar benar-benar menjadi pelindung, pengayom, dan penjaga ketertiban masyarakat. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja di Mapolda Kalimantan Selatan.
Dalam keterangannya, Nyoman Parta menyebut reformasi di institusi kepolisian tidak cukup hanya bersifat struktural dan administratif. Menurutnya, yang lebih mendasar adalah perubahan kultur, pola pikir, dan cara pendekatan kepada masyarakat.
Polisi harus melakukan reformasi kultural agar bisa menjadi Bhayangkara negara seutuhnya. Tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, ujarnya dikutip Jumat (6/3).
Ia menekankan, polisi ke depan harus tampil lebih sipil dan humanis. Aparat tidak boleh hanya menunggu laporan di ruang pemeriksaan atau bertindak setelah terjadi pelanggaran.
Jangan hanya menunggu di meja ruang BAP. Polisi harus turun langsung ke masyarakat, hadir sebelum masalah membesar, katanya.