Nyoman Parta Soal Pencemaran di Benoa: Kalau Benar Kebocoran Solar, Harus Ada Tanggung Jawab!

Nyoman Parta menyinggung adanya dugaan kebocoran bahan bakar jenis solar dari pipa milik PT Pertamina (Persero).
Senin, 02 Maret 2026 16:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI Daerah Pemilihan Bali dari fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta, mendesak dilakukannya investigasi terbuka terkait dugaan pencemaran yang menyebabkan ratusan mangrove endemik mati di kawasan Benoa, Bali.

Desakan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (28/2/2026). Dalam unggahannya, ia menyinggung adanya dugaan kebocoran bahan bakar jenis solar dari pipa milik PT Pertamina (Persero) yang berada di sekitar kawasan pelabuhan.

Kalau benar ada kebocoran solar dan itu menyebabkan mangrove mati, tentu harus ada tanggung jawab yang jelas, tulisnya seperti dikutip dari akun media sosialnya, Senin (2/3).

Selain menyoroti dugaan sumber pencemaran, ia juga mempertanyakan pengawasan di kawasan Pelabuhan Benoa yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo). Menurutnya, pengelolaan kawasan strategis seperti pelabuhan semestinya memiliki sistem pengawasan ketat untuk mencegah insiden yang berdampak pada lingkungan.

Ia juga menyinggung peran otoritas syahbandar dalam mengatur lalu lintas dan aktivitas di kawasan tersebut. Legislator asal Bali itu menilai sikap para pihak terkait terkesan belum memberikan penjelasan yang terang kepada publik.

Baca juga :