Nyoman Parta Tinjau Pohon Mangrove yang Mati Mendadak di Kawasan Pelindo Benoa

Peninjauan dilakukan setelah Parta melihat kondisi mangrove yang mengering saat melintas di jalur tol sepulang dari Jakarta.
Minggu, 22 Februari 2026 14:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali I, Nyoman Parta, meninjau langsung terkait adanya pohon Mangrove yang mati secara mendadak di kawasan Pelindo Benoa, tepatnya di sisi barat jalan masuk Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan.

Peninjauan dilakukan setelah Parta melihat kondisi mangrove yang mengering saat melintas di jalur tol sepulang dari Jakarta. Merasa janggal, ia kemudian turun langsung ke lokasi, tidak hanya melalui jalur darat, tetapi juga menyusuri area pesisir menggunakan jukung untuk melihat kondisi mangrove dari laut.

Dalam peninjauan yang dilakukan Jumat (20/2/2026), ditemukan sekitar 200 hingga 300 pohon mangrove mati secara bersamaan. Jenis mangrove yang terdampak antara lain Sonneratia alba (prapat), Rhizophora apiculata (bakau), dan Avicennia marina (api-api).

Saya melihat ini bukan kematian alami karena usia. Ada faktor luar yang menyebabkan mangrove ini mati serentak. Kami akan meminta penjelasan dari Tahura, Pelindo, dan Jasa Marga terkait kejadian ini, ujar Parta.

Saat meninjau dari laut, Parta didampingi komunitas pemerhati mangrove Mangrove Ranger serta kelompok nelayan Simbar Segara. Dari keterangan mereka, kematian mangrove diduga kuat disebabkan faktor eksternal, salah satunya kebocoran pipa bahan bakar minyak (BBM).

Baca juga :