Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, mengingatkan bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, perubahan iklim dan cuaca ekstrem berpotensi memicu kegagalan produksi di berbagai sektor.
Cuaca yang tidak menentu ini jelas berdampak pada potensi kegagalan panen. Nelayan juga tidak bisa melaut, kata Ony, Rabu (14/1/2026).
Legislator DPRD Jatim dari Dapil Bojonegoro-Tuban itu menilai, meski kerusakan ekologis di Jawa Timur belum separah Aceh, Sumatera Utara, atau Sumatera Barat, namun untuk kategori wilayah Pulau Jawa, kondisinya sudah mengkhawatirkan di sejumlah daerah.
Baca:GanjarMinta Parpol Pendukung Wacana Kepala Daerah Dipilih
Ony menyebut, Pemprov Jatim telah berinisiatif menyiapkan perda baru tentang pengelolaan kawasan hutan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.