Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong pemerintah kota untuk mengutamakan pengendalian banjir berbasis solusi alam.
Di tengah tantangan fiskal, pendekatan ini lebih terjangkau dan berkelanjutan dibanding hanya mengandalkan infrastruktur teknis seperti saluran dan pompa.
Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan
“Kita kejar-kejaran dengan dampak perubahan iklim. Pendekatan teknis saja tidak cukup. Harus dikombinasikan dengan solusi alami,” kata Eri.
Dia menyebut lima langkah penting yang perlu diperkuat. Pertama, mengembalikan fungsi alami sungai dan kawasan sekitarnya seperti di Kalianak dan Kali Lamong. Kedua, menambah tampungan air seperti bozem dan resapan rumah tangga.
Ketiga, membangun kerja sama dengan daerah hulu untuk mencegah banjir di Surabaya yang berada di wilayah hilir. Keempat, mengendalikan alih fungsi lahan melalui konsep kota padat (compact city) agar ruang terbuka tetap terjaga. Kelima, memperbaiki manajemen sampah.
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
“Sampah masih sering menyumbat saluran air. Kita butuh revolusi pengelolaan sejak dari rumah tangga, dengan lebih banyak bank sampah dan TPS3R,” tegas Eri.
Eri berharap seluruh OPD terkait dapat menerjemahkan visi kota berkelanjutan yang diusung Wali Kota Surabaya dengan tindakan nyata di lapangan.

















































































