Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyampaikan harapannya agar peresmian patung Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno di kawasan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, tidak berhenti sebagai seremoni dan simbol fisik semata, melainkan menjadi ruang hidup yang menghidupkan kembali kesadaran sejarah, khususnya bagi generasi muda.
Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang sudah memperjuangkan sampai hari ini kita bisa meresmikan patung Bung Karno, Ir Soekarno, Bapak Bangsa dan tokoh proklamator kita, kata Ananda, dikutip Kamis (29/1).
Menurut Ananda, apresiasi terhadap peresmian monumen tersebut harus diikuti dengan pemanfaatan yang jelas dan berkelanjutan. Ia menilai patung Bung Karno idealnya menjadi pengingat kolektif sekaligus ruang edukasi publik tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Harapannya bisa menjadi pengingat untuk anak-anak muda di Kalimantan Timur, khususnya di Kutai Kartanegara, mengingat akan sejarah bangsa. Supaya bisa juga mempelajari, dan bisa mewarisi serta meneladani apa yang beliau lakukan untuk Bangsa Indonesia, ucap Ananda.
Nanda, sapaan akrabnya yang juga menjabat Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, menilai tantangan generasi muda saat ini bukan terletak pada keterbatasan akses fisik terhadap simbol sejarah, melainkan pada minimnya ruang dialog dan pembelajaran mengenai nilai-nilai perjuangan bangsa. Oleh karena itu, monumen sejarah perlu dihidupkan melalui aktivitas nyata yang melibatkan publik.