Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi ll DPRI RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, mengritik tajam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh pemerintah. Ia menilai pemerintah gagal mempersiapkan langkah mitigasi yang matang meski para pakar klimatologi telah memprediksi ancaman kemarau ekstrem yang dikenal sebagai El Nino Godzilla.
Pemerintah terlihat lebih peduli terhadap keberlanjutan keuntungan para pemilik dapur MBG daripada bersiap-siap menghadapi bencana yang ditimbulkan oleh api dan asap pekat terhadap lingkungan hidup dan manusia, tegas Deddy, dikutip Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, lemahnya kesiapan pemerintah menghadapi karhutla juga tercermin dari kebijakan prioritas anggaran dalam APBN yang dinilai belum berpihak pada perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat. Padahal, ancaman bencana ekologis membutuhkan persiapan sejak dini, terutama ketika potensi kemarau ekstrem telah diperingatkan oleh para ahli.
Ia menyoroti pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat yang dinilai membuat pemerintah daerah kehilangan kemampuan untuk merespons keadaan darurat pada fase awal karhutla. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi mempercepat meluasnya kebakaran di kawasan hutan dan lahan gambut yang mengering.
Deddy juga mengritik minimnya dukungan sarana dan prasarana pemadaman bagi petugas yang berjuang langsung di lapangan. Menurutnya, keterbatasan peralatan membuat upaya mengendalikan api menjadi semakin sulit ketika kebakaran meluas.