Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI asal Bali, I Nyoman Parta, menyoroti tragedi pengeroyokan yang menewaskan seorang warga Sidetapa, Buleleng, yang diduga melakukan pencurian ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Menurut Parta, peristiwa tersebut menjadi cerminan kegagalan para pemimpin di Bali dalam membina dan mendidik masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Termasuk saya sendiri, kami gagal mendidik rakyat sampai harus terjadi peristiwa tersebut, jadi saya memilih introspeksi diri, lagian sudah banyak yang bicara, tulis Parta di kolom percakapan jejaring Sosial Media (Sosmed), Selasa (28/7/2026).
Parta menegaskan dirinya tidak bermaksud menyalahkan pihak tertentu atas peristiwa tersebut. Sebaliknya, ia memilih melakukan introspeksi diri dan mengajak seluruh pemimpin di Bali untuk menjadikan tragedi itu sebagai bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurut Parta, munculnya tindakan pencurian hingga berujung pada aksi main hakim sendiri tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab para pemimpin dalam membina, mengedukasi, dan membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat. Karena itu, ia menilai peristiwa yang menyita perhatian publik tersebut harus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan di Bali untuk mengakui adanya tanggung jawab moral dalam mencegah terulangnya kekerasan serupa.
Sementara itu, kasus pengeroyokan di Baturiti kini masih dalam penanganan Kepolisian Resor Tabanan. Aparat kepolisian terus melakukan pendalaman perkara, termasuk menetapkan sejumlah tersangka, dengan kemungkinan adanya penambahan tersangka seiring perkembangan proses penyelidikan.