Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Bali, Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH., mengunjungi rumah duka almarhum KD di Desa Juuklegi, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Selasa (28/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Sudirta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pengeroyokan yang dituduh mencuri ayam serta meminta aparat kepolisian menegakkan hukum secara adil bagi semua pihak.
''Kami hadir bukan untuk melegitimasi hal-hal yang melanggar hukum tapi kita semua perlu melakukan introspeksi, agar menjauhkan diri dari segala perbuatan negatif yang melanggar hukum, dengan harapan tidak terjadi lagi korban jiwa seperti sekarang ini," ujarnya.
KD diketahui meninggal dunia setelah dikeroyok massa saat dipergoki diduga mencuri ayam sabung milik warga Desa Juuklegi. Berdasarkan informasi yang beredar, aksi main hakim sendiri tersebut dipicu keresahan masyarakat yang telah berulang kali kehilangan ayam sabung bernilai tinggi, sementara pelaku pencurian sebelumnya tidak pernah tertangkap.
Dalam kesempatan itu, Wayan Sudirta menyerahkan bantuan dana untuk pendidikan anak-anak almarhum yang diterima langsung oleh putri bungsu korban, Keysia, didampingi ibu dan pamannya, Made Parta. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
"Untuk hari ini, saya titip sedikit sumbangan untuk membantu pendidikan anak-anak almarhum. Kita jangan berkecil hati, ke depan harus lebih baik. Nyawa yang melayang tidak akan kembali, kita harus kuat menghadapinya. Dana yang saya sumbangkan ini, semoga sedikit membantu pendidikan anak-anak yang ditinggalkan almarhum, karena melalui pendidikanlah masa depan yang lebih baik punya harapan untuk dibangun dengan penuh semangat," ucapnya.
Sudirta juga meminta aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, menangani perkara tersebut secara tegas dan adil sehingga masyarakat dapat memahami setiap langkah hukum yang diambil serta memperoleh rasa keadilan.
"Pemimpin dan masyarakat beserta kita semua, mesti bersama-sama berbenah, sehingga tidak terulang lagi hal-hal negatif yang melanggar hukum, untuk menghindari risiko yang tidak diharapkan. Kalau toh sudah terlanjur terjadi pelanggaran hukum, masyarakat agar melaporkan semua masalahnya ke aparat penegak hukum untuk mendapatkan penanganan guna menemukan keadilan, serta mengembalikan ketenteraman dan keseimbangan masyarakat yang sempat terganggu, tanpa pernah lelah, karena memperbaiki diri dan masyarakat itu sangat banyak tantangannya,'' ujar Sudirta.
Kunjungan tersebut diterima kakak sepupu almarhum, I Made Parta, dan Sekretaris Desa Sidetapa, Anom Ananta, yang mewakili kepala desa. Turut mendampingi Wayan Sudirta yakni Ketua KORdEM Bali Putu Wirata Dwikora, SH., MH., Direktur LBH KORdEM Bali Wayan Bimanda Panalaga, SH., MH., serta sejumlah pengurus KORdEM Buleleng.
Sementara itu, Made Parta menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Wayan Sudirta kepada keluarga korban. Ia berharap berbagai komitmen bantuan, khususnya untuk pendidikan anak-anak almarhum hingga jenjang perguruan tinggi, dapat direalisasikan secara nyata. Harapan serupa juga disampaikan Sekdes Sidetapa, Anom Ananta. Pihak KORdEM dan LBH KORdEM menyatakan siap mendampingi keluarga apabila diperlukan untuk mengawal realisasi bantuan dari berbagai pihak.

















































































