Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan mendesak calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) agar berani melepaskan diri dari path dependency sejarah lembaga yang sempat terkungkung sebagai media penguasa.
Hal tersebut ditegaskan Putra Nababan dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi 15 calon anggota Dewas LPP RRI masa jabatan 20262031 yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (7/10).
Ia menekankan bahwa tantangan paling mendasar bagi pimpinan pengawas RRI ke depan adalah mengubah arah filosofis lembaga dari state media (media pemerintah) menjadi public service media (media pelayanan publik) yang berpihak mutlak pada kepentingan rakyat.
Baca:Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Sebagai insan internal yang paling memahami anatomi birokrasi RRI, tantangan terbesar secara filosofis adalah melepaskan path dependency sejarah RRI yang sempat lama terkungkung sebagai media penguasa, menuju esensi sejatinya sebagai media publik yang berpihak mutlak pada kepentingan rakyat, ujarnya.