Surabaya, Gesuri.id Insiden dugaan keracunan massal yang menimpa sekitar 200 siswa di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, memicu reaksi keras dari anggota DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi.
Kejadian yang terjadi usai para siswa menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dinilai sebagai tamparan bagi pelaksanaan program nasional tersebut.
Fuad Benardi menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi preseden buruk yang tidak boleh terulang. Ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama terkait standar kebersihan dan pemilihan bahan baku.
Baca:GanjarMembuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif
Ini merupakan preseden buruk bagi program MBG. Ke depan, harus ada perbaikan tata kelola untuk memastikan bahan yang dimasak benar-benar sesuai standar dan higienis, ujar Fuad, Senin (11/5/2026).