Jakarta, Gesuri.id - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu menyoroti ketimpangan antara meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dengan capaian penerimaan pajak daerah dari sektor pariwisata.
Meski angka kunjungan wisata ke Kota Batu terus menunjukkan tren positif, realisasi pajak dari sektor hotel, restoran, hingga tempat hiburan dinilai belum berbanding lurus dengan ramainya wisatawan yang datang.
Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu, Amirah Ghaida Dayanara, mengatakan kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
“Tentu ini menjadi masalah yang harus diberi perhatian serius pihak eksekutif,” ujar Amirah, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Amirah, berdasarkan data yang dimiliki DPRD, pertumbuhan sektor wisata di Kota Batu belum mampu memberikan dampak optimal terhadap penerimaan pajak daerah.
Fraksi PDI Perjuangan menduga masih terdapat kebocoran ataupun sistem pemungutan pajak yang belum berjalan maksimal sehingga potensi pendapatan daerah belum tergarap sepenuhnya.
Padahal, sektor pariwisata selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Kota Batu.
Sebagai tindak lanjut, DPRD meminta Pemerintah Kota Batu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaporan pajak pelaku usaha pariwisata.
Fraksi PDI Perjuangan juga mendorong penguatan sistem monitoring pajak digital melalui tapping box agar potensi manipulasi transaksi dapat diminimalisir.
“Validasi data di lapangan juga harus diperketat untuk memastikan jumlah kunjungan yang diklaim sesuai fakta di lapangan dan berkontribusi langsung pada retribusi serta pajak,” jelasnya.
Amirah menegaskan, sektor pariwisata seharusnya benar-benar mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus menopang kemandirian fiskal Kota Batu.
Baca: Ganjar Pranowo Dinilai Punya Keberanian Ambil Risiko
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan pemeliharaan fasilitas publik di Kota Batu membutuhkan dukungan pendapatan daerah yang kuat.
“Jika kebocoran pajak terus dibiarkan di tengah membludaknya wisatawan, maka Kota Batu akan merugi karena beban pemeliharaan fasilitas umum meningkat tanpa didukung pendapatan yang sepadan,” tegasnya.
Fraksi PDI Perjuangan berharap Pemkot Batu segera mengambil langkah konkret agar geliat wisata benar-benar memberi manfaat nyata bagi pembangunan kota dan kesejahteraan masyarakat.

















































































