Regulasi Ruwet dan Ketimpangan Harga Gas Dinilai Cekik Industri Tekstil Nasional

Menurutnya, persoalan utama industri ini tidak lagi sekadar urusan tenaga kerja terampil.
Selasa, 26 Mei 2026 13:41 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

​Jakarta, Gesuri.id Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Evita Nursanty, menyoroti keterpurukan daya saing industri tekstil nasional.

Menurutnya, persoalan utama industri ini tidak lagi sekadar urusan tenaga kerja terampil, melainkan iklim usaha yang tidak kondusif akibat birokrasi yang berbelit dan ketimpangan harga energi.

​Dari pihak industri sendiri kami mendengar banyak harapan, tetapi tantangannya masih itu-itu saja. Ke mana pun kami pergi, kalau berkaitan dengan industri, keluhannya selalu sama: perizinan kita ruwet, ujar Evita dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/5).

Baca:GanjarBeri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda

​Evita menilai, rantai perizinan yang panjang dan tidak efisien menjadi momok menakutkan bagi investor. Ironisnya, meski pemerintah telah meluncurkan sistem perizinan terintegrasi secara daring (Sistem OSS), realitas di lapangan menunjukkan pelaku usaha tetap saja harus melewati jalur birokrasi yang berlapis-lapis.

Baca juga :