Ikuti Kami

Dubes Palestina Apresiasi Megawati Soekarnoputri yang Konsisten Dukung Palestina

Dengarkan Paparan Dubes Palestina, Ibu Megawati Terharu.

Dubes Palestina Apresiasi Megawati Soekarnoputri yang Konsisten Dukung Palestina
Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Foto: Monang Sinaga.

Jakarta, Gesuri.id - Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, menyampaikan terimakasih atas dukungan dan konsistensi sikap Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri selama ini terhadap Palestina dalam melawan zionis Israel.

Sampai saat ini Palestina masih terus berjuang dan menderita atas perlakuan zionis Israel. Hal ini disampaikan Dubes Alsattari saat berkunjung ke kediaman Megawati di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

"Puluhan ribu bangunan dan rumah telah musnah, begitu banyak nyawa melayang dan rakyat menderita, kebanyakan ibu dan anak-anak. Yang juga menyedihkan, diantara korban tersebut termasuk juga 200 orang jurnalis harus merelakan nyawanya. Israel sedang menghancurkan harapan rakyat Palestina," urai Dubes Alsattari.

Baca: Milenial & Gen Z Balikpapan Antusias Ngobrol Bareng Ganjar

Dubes Palestina menambahkan bahwa alasan Israel menyerang Palestina adalah Hamas. Padahal rumah sakit, sekolah, dan gereja bukanlah milik Hamas. Sekitar 200 orang jurnalis yang merelakan nyawanya melayang juga bukanlah Hamas.

Untuk itu, Dubes Palestina menghargai dan berterimakasih atas perjuangan dan sikap Ibu Megawati yang konsisten menyuarakan kemerdekaan Palestina.

Menanggapi semua yang disampaikan Dubes Palestina, Megawati begitu terharu, hingga menyampaikan tanggapannya sambil terisak, ingat perjuangan bangsa Indonesia yang begitu lama mengalami ketertindasan. Penderitaan rakyat Palestina pun membuatnya begitu terharu. 

Megawati pun bercerita bahwa ayahandanya, Presiden Pertama RI Soekarno selalu menceritakan perjuangan rakyat Palestina yang ingin merdeka. Oleh karenanya, Ibu Megawati mengatakan dirinya sangat mengerti perjuangan dan makna perjuangan rakyat Palestina dan bangsa-bangsa yang ingin merdeka.

Megawati juga mengingatkan bahwa dalam Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung pada 1955, kemerdekaan Palestina dikumandangkan oleh peserta konferensi.

"Adalah hak semua bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri. Saya selalu mendukung ide yang menyatakan bahwa Indonesia tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel selama rakyat Palestina belum memperoleh kemerdekaannya," tegas Megawati.

Sebagaimana dalam berbagai forum ataupun saat bertemu para duta besar/diplomat, Ibu Megawati juga kembali menyerukan agar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) harus direformasi dengan perlu meningkatkan perannya di percaturan geopolitik yang sedang bergolak dan mengalami turbulensi.

"Israel mungkin dapat menghancurkan secara fisik, namun saya yakin bahwa di setiap dada rakyat Palestina terdapat jiwa yang tidak mudah menyerah dan bergelora tekad kuat untuk merdeka. Sama seperti Indonesia, dan saya yakin suatu saat kemerdekaan Palestina yang paripurna akan tercapai. Sebagaimana Bung Karno juga berpesan untuk selalu mendukung kemerdekaan Palestina," urai Megawati.

Pertemuan diakhiri dengan Dubes Palestina menyelempangkan kafiyeh merah ke Megawati dan Dubes Palestina mengajak Megawati mengangkat jari membentuk kode V atau victory menyiratkan simbol dan doa untuk kemenangan Palestina.

Baca: Ganjar Beri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda

Megawati pun kembali menyemangati Dubes dan rakyat Palestina. Meminta mereka untuk kuat.

"Be strong," kata Megawati.

Dubes Palestina menjawab dirinya dan rakyat Palestina terus berusaha kuat. Dan dia mendoakan Ibu Megawati untuk selalu sehat dan kuat.

Saat pertemuan, Megawati didampingi oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Ahmad Basarah, Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan dan politisi PDI Perjuangan M. Guntur Romli.

Sebelumnya, Ibu Megawati juga menerima Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty di kediamannya.

Quote