Renungan Malam Kudatuli, Sekretaris BMI Babel: Belajar Merawat Demokrasi dalam Koridor Konstitusi

Demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga harus diiringi dengan tanggung jawab jaga persatuan
Jum'at, 31 Juli 2026 10:16 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

PANGKALPINANG Sekretaris DPD Banteng Muda Indonesia (BMI) Bangka Belitung, Rais Abdillah, mengajak generasi muda untuk memaknai peristiwa Kudatuli (Kerusuhan 27 Juli 1996) sebagai pelajaran penting dalam merawat demokrasi yang tetap berpijak pada konstitusi dan hukum yang berlaku.

Menurut Rais, meskipun generasi muda saat ini tidak mengalami langsung peristiwa Kudatuli, sejarah tersebut tetap memiliki makna penting untuk dipahami sebagai bagian dari perjalanan demokrasi Indonesia.

Sebagai generasi yang tidak mengalami langsung peristiwa Kudatuli, kami memandang sejarah tersebut sebagai pelajaran penting. Demokrasi yang kita nikmati hari ini lahir dari proses panjang dan pengorbanan banyak pihak. Karena itu, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga demokrasi agar tetap berjalan dalam koridor konstitusi dan hukum, ujar Rais dalam Malam Renungan Kudatuli yang digelar DPD BMI Bangka Belitung di Titik Nol Kilometer Pangkalpinang, Senin (28/7/2026) malam.

Rais menegaskan, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga harus diiringi dengan tanggung jawab untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta menjunjung tinggi supremasi konstitusi.

Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang tetap menjunjung etika, menghormati hukum, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok, tambahnya.

Baca juga :