Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menilai lambannya proses perizinan investasi di Indonesia menjadi sinyal perlunya pembenahan tata kelola data nasional.
Hal itu disampaikan menyusul keluhan Presiden Prabowo Subianto terkait pengurusan izin investasi yang disebut bisa memakan waktu hingga satu sampai dua tahun.
Rieke mengatakan, persoalan utama bukan hanya birokrasi yang panjang, tetapi juga masih kuatnya ego sektoral serta tumpang tindih data antarinstansi. Kondisi tersebut, menurut dia, membuat proses investasi berjalan tidak efektif dan menyulitkan pelaku usaha.
Baca:Ganjar-Mahfud Janji Bakal Mencetak Tenaga Kerja Terampil
Karena itu, politikus PDI Perjuangan itu mendorong percepatan penerapan Satu Data Indonesia (SDI) sebagai solusi integrasi data nasional, baik data spasial maupun numerik.