Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menyuarakan keprihatinan mendalam dan emosi saat membahas kasus child grooming yang diduga dialami artis Aurelie Moeremans.
Kasus ini mencuat setelah buku memoar bertajuk Broken Strings dipublikasikan.
Rieke menilai bahwa kasus child grooming di Indonesia kerap kali dianggap tabu dan luput dari penanganan serius.
Ia menyoroti fenomena no viral no justice atau viral for justice yang sering terjadi di Indonesia, di mana sebuah kasus baru mendapat perhatian ketika sudah menjadi viral di media sosial.
Baca:Bonnie Triyana Soroti Kondisi Perpustakaan Digital dan Fisik