Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPRD Kotim, Rimbun, menilai tren penurunan DBH (Dana Bagi Hasil) sawit yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menjadi peringatan serius bagi daerah penghasil. la menegaskan, kontribusi besar Kotim terhadap produksi sawit nasional seharusnya berbanding lurus dengan penerimaan DBH.
Kotim memiliki wilayah luas, areal sawit besar, dan produksi tinggi. Namun DBH yang diterima justru terus menyusut. Proyeksinya Rp 9 miliar, jelas tidak sepadan, ujar Rimbun, dikutip Rabu (11/2)
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpengaruh langsung terhadap kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
DPRD Kotim, lanjut Rimbun, akan mendorong langkan yang lebin tegas bersama pemerintah daerah untuk memperjuangkan hak fiskal daerah sebagai penghasil sawit. Aspirasi tersebut bahkan direncanakan akan disuarakan langsung ke pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.
Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Bapperida Kotim Jika diperlukan, perjuangan ini akan disampaikan langsung ke pusat. Ini bukan soal meminta lebih, tapi memperjuangkan hak daerah penghasil, tegasnya.