Rokhmin Dahuri: Indonesia Miliki Peluang Besar Pusat Industri Ikan Hias, Tapi Baru Dimanfaatkan Kurang dari 25 Persen

Potensi tersebut belum sepenuhnya dikonversi menjadi nilai ekonomi karena masih terkendala berbagai persoalan dari hulu hingga hilir.
Sabtu, 20 Juni 2026 12:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi IV DPR RI 20242029 Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS menegaskan Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat industri ikan hias dunia berkat kekayaan biodiversitas yang dimiliki. Namun, menurutnya, potensi tersebut belum sepenuhnya dikonversi menjadi nilai ekonomi karena masih terkendala berbagai persoalan dari hulu hingga hilir.

Potensi Produksi Lestari kita terbesar di dunia. Tapi tingkat pemanfaatannya baru kurang dari 25 persen, kata Prof. Rokhmin saat menjadi pembicara pada Talkshow Nusapet, Nusahorti 2026 bertajuk Menuju Puncak Dunia: Akselerasi Industri Ikan Hias Indonesia dalam Kerangka Ekonomi Biru dan SDGs yang digelar Dewan Ikan Hias Indonesia-WAPHI, di Open Stage Nusatic 2026, dikutipJumat (19/6/2026),

Dalam pemaparannya, Prof. Rokhmin menyebut Indonesia merupakan pusat keanekaragaman ikan hias dunia. Dari sekitar 1.600 jenis ikan hias yang diperdagangkan dari Indonesia, sebanyak 750 jenis merupakan ikan air tawar. Dengan tingkat pemanfaatan yang masih di bawah 25 persen, menurutnya masih terdapat sekitar 75 persen potensi sumber daya yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Meski demikian, Indonesia telah menjadi produsen ikan hias terbesar kedua di dunia. Data ITC Trade Map 2024 menunjukkan nilai impor ikan hias dunia mencapai USD 335,1 juta, dengan Indonesia menguasai pangsa pasar sekitar 1213 persen.

Saat pasar global tumbuh moderat, ekspor Indonesia masih tumbuh positif. Ini peluang kita perbesar share, tegasnya.

Baca juga :