Romy Soekarno Tekankan Infrastruktur Sistem Pemilu Harus Diamankan Seperti Perbankan

Ancaman terhadap pemilu saat ini bersifat sistemik, mulai dari manipulasi data, serangan siber, hingga penurunan kepercayaan publik.
Minggu, 08 Februari 2026 14:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno menekankan, infrastruktur sistem untuk penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) harus diamankan. Pengamanan bahkan harus ketat seperti sistem-sistem di perbankan.

Menurutnya, ancaman terhadap pemilu saat ini bersifat sistemik, mulai dari manipulasi data, serangan siber, hingga penurunan kepercayaan publik. Oleh karena itu, pemilu tidak lagi dapat dipandang semata sebagai prosedur elektoral, melainkan sebagai infrastruktur digital strategis negara.

Suara rakyat adalah transaksi politik paling bernilai. Ia harus dijaga dengan standar keamanan setara sistem perbankan nasional, kata Romy dikutip Sabtu (7/2).

Sebagaimana masyarakat mempercayai mobile banking karena keamanannya, dia mengatakan kepercayaan publik terhadap pemilu juga harus dijaga melalui sistem yang aman, terenkripsi, diaudit berlapis, dan tidak dapat dimanipulasi.

Dia menegaskan e-voting adalah visi jangka panjang, sementara e-counting merupakan jalan tengah yang paling rasional dan konstitusional saat ini. Sebab, mempertahankan paper ballot sebagai bukti fisik yang dikombinasikan dengan penghitungan digital yang aman dan transparan.

Baca juga :