Jakarta, Gesuri.id Politikus PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, mendesak pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat koordinasi serta sinkronisasi kebijakan. Langkah ini dinilai mendesak guna membendung kejatuhan nilai tukar rupiah yang kian terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pernyataan tersebut merespons kondisi rupiah yang hari ini, Rabu (13/5/2026), telah menembus level Rp17.500. Angka ini mencatatkan sejarah sebagai titik terendah nilai tukar rupiah sepanjang masa.
Koordinasi kebijakan harus lebih baik dan tersinkronisasi, ujar Hendrawan kepada awak media di Jakarta, Rabu (13/5).
Baca:Ini 7 Fakta Unik Menarik TentangGanjarPranowo
Hendrawan meminta Forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mengambil peran lebih strategis di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, KSSK harus menjadi wadah untuk menguji efektivitas kebijakan sebelum dilempar ke pasar.