Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Sadarestuwati, menyoroti belum memadainya alokasi pupuk subsidi serta kondisi kesehatan tanah pertanian yang semakin memprihatinkan saat menggelar reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VIII.
Ia mendesak pemerintah tidak hanya menambah alokasi pupuk, tetapi juga memberikan pendampingan intensif kepada petani untuk memulihkan kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Secara umum, kebutuhan pupuk seperti urea memang dialokasikan antara 240 kg sampai 275 kg per hektar, kemudian NPK juga dengan takaran serupa. Namun, karena kondisi tanah petani saat ini kurang sehat, mereka membutuhkan pupuk lebih banyak. Jadi, dengan alokasi 240-275 kg tersebut rasanya kurang mencukupi, kata Hj. Sadarestuwati.
Hal tersebut disampaikan Sadarestuwati saat menyerap aspirasi masyarakat di Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Jumat (15/10/2026). Kegiatan reses tersebut mencakup wilayah Dapil Jawa Timur VIII, meliputi Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, serta Kota dan Kabupaten Mojokerto.
Menurut Sadarestuwati, kecukupan pupuk subsidi menjadi salah satu persoalan penting yang dihadapi petani. Alokasi pupuk yang tersedia saat ini dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan tanaman secara optimal, terutama ketika kondisi tanah pertanian membutuhkan tambahan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan tanaman.