Ikuti Kami

Sadarestuwati: Alokasi Pupuk Subsidi dan Kesehatan Tanah Semakin Memprihatinkan

Kecukupan pupuk subsidi menjadi salah satu persoalan penting yang dihadapi petani.

Sadarestuwati: Alokasi Pupuk Subsidi dan Kesehatan Tanah Semakin Memprihatinkan
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Sadarestuwati saat reses menyerap aspirasi masyarakat di Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Jumat (15/10/2026) - Foto: Sinarpos.co.id

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Sadarestuwati, menyoroti belum memadainya alokasi pupuk subsidi serta kondisi kesehatan tanah pertanian yang semakin memprihatinkan saat menggelar reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VIII. 

Ia mendesak pemerintah tidak hanya menambah alokasi pupuk, tetapi juga memberikan pendampingan intensif kepada petani untuk memulihkan kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian.

“Secara umum, kebutuhan pupuk seperti urea memang dialokasikan antara 240 kg sampai 275 kg per hektar, kemudian NPK juga dengan takaran serupa. Namun, karena kondisi tanah petani saat ini kurang sehat, mereka membutuhkan pupuk lebih banyak. Jadi, dengan alokasi 240-275 kg tersebut rasanya kurang mencukupi,” kata Hj. Sadarestuwati.

Hal tersebut disampaikan Sadarestuwati saat menyerap aspirasi masyarakat di Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Jumat (15/10/2026). Kegiatan reses tersebut mencakup wilayah Dapil Jawa Timur VIII, meliputi Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, serta Kota dan Kabupaten Mojokerto.

Menurut Sadarestuwati, kecukupan pupuk subsidi menjadi salah satu persoalan penting yang dihadapi petani. Alokasi pupuk yang tersedia saat ini dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan tanaman secara optimal, terutama ketika kondisi tanah pertanian membutuhkan tambahan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, legislator PDI Perjuangan itu berkomitmen membawa persoalan yang dihadapi petani ke tingkat nasional. Ia berencana menyampaikan kondisi riil di lapangan kepada Menteri Pertanian dalam rapat kerja atau pertemuan dengan komisi terkait di DPR RI dalam waktu dekat.

Sadarestuwati menegaskan, penanganan persoalan pupuk harus disertai upaya memperbaiki kualitas tanah pertanian. Menurutnya, penambahan alokasi pupuk perlu berjalan beriringan dengan intervensi pemerintah dan pendampingan berkelanjutan agar petani dapat mengelola lahan secara optimal.

“Kita berharap, selain menambah alokasi pupuk, pemerintah juga ikut turun tangan untuk membantu memperbaiki tanah kita yang sedang ‘sakit’ ini. Hal ini harus dilakukan secara intensif karena petani kita butuh pendampingan terus-menerus agar bisa memaksimalkan lahan yang mereka miliki dengan produksi yang optimal,” tegasnya.

Ia berharap aspirasi yang disampaikan petani dalam kegiatan reses tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan pertanian, khususnya terkait distribusi pupuk subsidi dan pemulihan kesehatan tanah. Dengan dukungan pupuk yang memadai serta pendampingan yang berkelanjutan, produktivitas lahan pertanian diharapkan meningkat dan kebutuhan petani dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Quote