Jakarta, Gesuri.id - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menegaskan, APBN 2027 harus menjadi instrumen untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pemerataan hasil pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Said, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan memiliki makna apabila manfaatnya tidak dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat. Karena itu, kebijakan anggaran negara harus mampu mencegah adanya kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan.
RAPBN 2027 yang kami ajukan kepada sidang dewan yang terhormat ini tidak hanya bertumpu untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi. Tidak ada maknanya pertumbuhan ekonomi tinggi bila kuenya tidak merata. Kita tidak menginginkan ada rakyat yang tersisih dalam gerak pembangunan, tegas Said dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 20262027 di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Said mengatakan, DPR RI bersama pemerintah telah menyepakati target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen. Target tersebut, kata dia, diperlukan untuk memperbesar skala perekonomian nasional sehingga manfaat aktivitas produksi dan konsumsi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Target 6% dibutuhkan sebagai jembatan untuk memperbesar kue ekonomi. Dengan skala ekonomi lebih besar, kita harapkan mayoritas rakyat mendapatkan manfaat dari aktivitas produksi dan konsumsi, ujarnya.