Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menyoroti rendahnya penyerapan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Berdasarkan data Kementerian UMKM, dari alokasi ruang 30 persen yang disediakan, realisasinya saat ini baru mencapai 9 persen atau sekitar 52 pelaku usaha.
Menanggapi hal tersebut, Samuel mendesak kementerian terkait untuk mengambil langkah konkret agar target alokasi tersebut terpenuhi secara maksimal. Ia menilai Kementerian UMKM harus lebih proaktif dalam menjemput bola.
Kami harus mendesak Kementerian UMKM untuk bergerak. Jika kementerian mengatakan baru 9 persen yang terpenuhi, itu sebetulnya evaluasi bagi mereka sendiri. Kenapa baru 9 persen? ujar Samuel di sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII ke PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (5/2).
Baca:GanjarPranowo Tegaskan PDI Perjuangan Tak Bisa Didikte
Politisi PDI Perjuangan ini menekankan konsep it takes two to tango dalam membangun sinergi di kawasan tersebut. Menurutnya, pembangunan masif di PIK 2 merupakan peluang besar yang harus direspons aktif oleh pemerintah. Ia mendorong kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, dan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk hadir langsung di lokasi.