Sarifah Desak Pemerintah Tegas Tuntaskan Kasus Penembakan WNI di Perbatasan Timor Leste

Komisi I DPR RI menyayangkan dan mengecam keras insiden penembakan terhadap warga Indonesia di perbatasan.
Sabtu, 30 Agustus 2025 08:09 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, menyoroti serius insiden penembakan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) Paulus Taek Oki (60) oleh aparat Unit Patroli Perbatasan (UPF) Timor Leste di Desa Inbate, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Senin 25 Agustus 2025.

Legislator PDI Perjuangan itu mendesak agar pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik tegas menyusul kejadian yang melukai seorang warga perbatasan.

Komisi I DPR RI menyayangkan dan mengecam keras insiden penembakan terhadap warga Indonesia di perbatasan. Ini adalah pelanggaran kedaulatan dan keselamatan warga negara yang sangat serius. Kami meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan, untuk segera memanggil Duta Besar Timor Leste dan menyampaikan protes resmi yang kuat, kata Sarifah, Rabu (27/8/2025).

Sarifah, yang membidangi urusan luar negeri, pertahanan, dan intelijen di Komisi I DPR RI, juga menyoroti akar masalah dari insiden ini. Ia mengingatkan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh ketidakpatuhan terhadap kesepakatan sementara yang telah dicapai kedua negara.

Yang sangat memprihatinkan adalah bahwa insiden ini terjadi setelah adanya kesepakatan bahwa pemasangan patok batas hanya akan dilakukan di titik-titik yang tidak disengketakan. Pemasangan patok di titik sengketa Pilar 36 oleh UPF Timor Leste jelas merupakan sebuah pelanggaran dan provokasi yang tidak dapat dibiarkan, ujarnya.

Baca juga :