Sistem ‘War Ticket’ Haji Dikritik, Kariyasa Adnyana: Berisiko Abaikan Antrean Panjang

Konsep "siapa cepat dia dapat" berpotensi besar mengabaikan hak calon jemaah yang telah bertahun-tahun berada dalam daftar tunggu.
Rabu, 15 April 2026 05:43 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id Wacana penerapan sistem war ticket atau adu kecepatan dalam perolehan tiket keberangkatan haji menuai kritik tajam.

Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, menilai skema tersebut berisiko merusak tatanan mekanisme antrean haji yang telah berjalan selama ini.

Baca:Terobosan dan Torehan Segudang PrestasiGanjarPranowo

Kariyasa menegaskan bahwa konsep siapa cepat dia dapat berpotensi besar mengabaikan hak calon jemaah yang telah bertahun-tahun berada dalam daftar tunggu.

Kalau konsepnya siapa cepat dia dapat, maka antrean yang sudah ada bisa tidak berlaku lagi. Ini tentu menjadi persoalan bagi mereka yang sudah lama menunggu, ujar legislator asal Bali tersebut, Senin (13/4/2026).

Baca juga :