Jakarta, Gesuri.id Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, mengkritik kebijakan pemerintah yang melibat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam program-program di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) utama mereka, salah satunya pada sektor pertanian.
Mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut menilai bahwa TNI dan Polri seharusnya tetap difokuskan pada fungsi utamanya, yakni menjaga pertahanan dan keamanan negara. Menurutnya, pemisahan peran sipil dan militer merupakan salah satu amanat penting dari Gerakan Reformasi.
Baca:Ini ResepGanjarPranowo Yang Selalu Fit dan Bugar
Semangat reformasi saat itu mendorong dua lembaga tersebut untuk kembali ke fungsi utamanya. Pemikir di tubuh militer saat itu juga menyuarakan kembali ke barak. TNI fokus pada bidang pertahanan, sedangkan Polri pada bidang keamanan, ujar Ganjar, Rabu (12/8).
Ganjar berpendapat, pelaksanaan program strategis seperti ketahanan pangan dan pengelolaan pertanian semestinya mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja dari kalangan sipil, khususnya para lulusan perguruan tinggi yang belum memiliki pekerjaan.