Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Stevano Rizki Adranacus, mengecam keras aksi dugaan penganiayaan dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTT berinisial KLK dan JSU oleh seniornya sendiri bernama Bripda TTD alias Torino (21).
Politisi PDI Perjuangan ini menilai peristiwa keji itu mencoreng nama baik institusi Polri khususnya di Polda NTT.
Saya mengecam keras tindakan brutal ini. Tindakan tersebut tidak hanya mencoreng nama baik institusi, tetapi juga menunjukkan adanya budaya kekerasan yang belum dihilangkan dari tubuh kepolisian ujar Stevano, Jumat (14/11/2025).
Diketahui, Torino lahir di Kota Kupang pada 19 November 2004. Kemudian baru dilantik sebagai anggota Polri pada 12 Februari 2025. Kini, ia baru menjabat 9 bulan 1 hari.
Polda NTT, tegas Stevano, harus menangani kasus ini secara serius melalui proses hukum yang transparan, serta memberikan sanksi institusi secara tegas kepada pihak Bripda Torino jika terbukti bersalah. Bila perlu diberikan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).