Target Investasi Rp2.041 Triliun, Cornelis: Investasi yang Masif Harus Berkualitas dan Berdampak bagi Daerah

Soal realisasi investasi ini bukan karena tidak adanya investor yang ingin masuk ke Indonesia.
Senin, 15 Juni 2026 17:00 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XII DPR RI, Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., mendukung penguatan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan menegaskan bahwa investasi tidak boleh hanya mengeksploitasi sumber daya alam tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan pembangunan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Cornelis setelah Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, dengan agenda Pengantar Pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,Senin (15/6).

Menurut Cornelis, target investasi nasional yang ditetapkan pemerintah memang sangat besar. Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 % dan membutuhkan investasi lebih dari Rp13.000 triliun selama periode 2025 - 2029. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp2.041,3 triliun. Hingga Triwulan I Tahun 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp498,8 triliun.

Baca:Inilah Profil dan BiodataGanjarPranowo

Target ini tentu tidak mudah. Oleh karena itu, upaya Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam menjaga iklim investasi nasional patut didukung, termasuk melalui penguatan anggaran dan program-program strategis yang dijalankan, ujar Cornelis.

Baca juga :