Jakarta, Gesuri.id — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menduga ada pihak tertentu yang sengaja menggerakkan penyebaran video-video hoaks terkait aksi demonstrasi di media sosial. Ia menilai rekayasa konten lama seolah-olah menjadi peristiwa terkini merupakan pola terstruktur untuk menggiring opini publik.
"Ini persis seperti kejadian pada Agustus tahun lalu yang berujung pada aksi besar-besaran akibat isu yang dilempar ke publik. Isu yang muncul tahun lalu itu patut diduga ada yang menggerakkan. Dan sama seperti sekarang, sengaja dikeluarkan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan," ujar Andreas di Jakarta, Senin (10/8).
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Andreas menyoroti belum pernah terungkapnya aktor intelektual di balik pola-pola serupa pada masa lalu. Menurutnya, ketiadaan penegakan hukum yang transparan hanya akan memicu spekulasi dan menciptakan kambing hitam di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah bertindak tegas mengusut tuntas para penyebar disinformasi tersebut demi menjamin hak publik atas informasi yang kredibel.
Di sisi lain, Andreas mengimbau masyarakat untuk belajar dari peristiwa kerusuhan Agustus 2025 agar perpecahan tidak terulang. Ia mengkhawatirkan maraknya konten manipulatif ini dapat mengalihkan fokus publik dari isu-isu penting lain, khususnya pengawasan terhadap program-program pemerintah.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
"Menyampaikan aspirasi, baik secara langsung maupun di media sosial, merupakan hak setiap warga negara. Namun, jika dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan tertentu, itu sangat berbahaya," tegasnya.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi dan selalu memverifikasi ulang informasi yang beredar.
"Pastikan menerima informasi dari sumber yang akurat. Kita harus terus melakukan cross-check berkali-kali agar tidak teperdaya oleh isu yang dirancang untuk memecah belah bangsa," pungkas Andreas

















































































