Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai niat Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi fasilitator konflik ke Teheran sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, namun tetap membutuhkan kalkulasi yang matang di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah.
Niat Presiden menjadi fasilitator konflik ke Teheran sudah sesuai dengan prinsip bebas aktif dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan konstitusi. Akan tetapi, niatan tersebut juga membutuhkan kalkulasi yang matang, kata TB Hasanuddin, dilansir dari kompascom, Senin (2/3/2026).
Politikus PDI Perjuangan itu menyampaikan sedikitnya tiga pertimbangan utama. Pertama, peran fasilitator harus dapat diterima oleh kedua belah pihak yang berkonflik, yakni Amerika Serikat dan Iran. Ia menyoroti posisi Indonesia yang saat ini telah bergabung dalam Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump.
Dengan gerak diplomasi Indonesia yang saat ini dinilai lebih condong ke poros Amerika dan Israel melalui keterlibatan dalam BoP, sulit rasanya membayangkan Iran bisa menerima dengan mudah, ucapnya.
Kedua, menurutnya, peran fasilitator membutuhkan komitmen serius dari pemerintah, baik dari Presiden maupun Menteri Luar Negeri.