Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Vita Ervina, menyoroti potensi kenaikan harga obat-obatan akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebagaimana disampaikan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peringatan serius bahwa ketahanan farmasi nasional masih menghadapi tantangan besar akibat tingginya ketergantungan terhadap impor bahan baku obat.
Baca:Kisah PerjuanganGanjardari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Vita Ervina menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi saat ini tidak semata-mata terkait fluktuasi nilai tukar, melainkan menunjukkan belum kuatnya fondasi kemandirian industri farmasi nasional. Selama sebagian besar bahan baku obat masih berasal dari luar negeri, industri farmasi Indonesia akan terus rentan terhadap tekanan ekonomi global yang pada akhirnya berpotensi berdampak pada masyarakat.
Kondisi ini harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ketahanan farmasi nasional. Kita tidak boleh terus bergantung pada impor untuk kebutuhan yang sangat mendasar bagi masyarakat, ujar Vita Ervina.