Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi ll DPR RI, Aria Bima, menilai kondisi ekonomi Indonesia tengah melemah dan menunjukkan tanda-tanda stagnasi, dengan berbagai indikator makro yang mengalami perlambatan di tengah ketidakpastian global.
Kalau dilihat dari komponen produk domestik bruto, hampir semuanya macet kecuali konsumsi, ujarnya saat menghadiri Diskusi Hari Buruh di Pasar Legi Solo, dikutip Selasa (5/5/2026).
Menurut Aria Bima, struktur pertumbuhan ekonomi saat ini dinilai tidak sehat karena terlalu bergantung pada konsumsi masyarakat. Sementara itu, sektor-sektor penting lain seperti investasi, ekspor-impor, hingga pendanaan negara justru menunjukkan tren perlambatan yang cukup signifikan.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi nasional tidak lagi berada pada level ideal. Jika sebelumnya mampu tumbuh di atas 5 persen, kini pertumbuhan ekonomi disebutnya hanya berada di kisaran 3 hingga 4 persen.
Kalau nilai tukar rupiah sampai Rp17.500 per dolar, itu sudah sulit dibayangkan. Apalagi harga minyak dunia sudah di atas 100 dolar per barel, sementara kebutuhan impor kita mencapai 1 juta barel per hari, jelasnya.