Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa, menyoroti berbagai persoalan data desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikeluhkan masyarakat selama pelaksanaan jalur afirmasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Banten 2026 karena dinilai berpotensi menghambat akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Laporannya, ada orang tua yang masuk kategori desil 3 tapi tidak bisa mendaftar. Kemungkinan ada kendala saat input data di pra-SPMB, kata Yeremia, dikutip Rabu (24/6/2026).
Menurut Yeremia, dirinya menerima banyak laporan dari orang tua siswa yang mengalami kesulitan mendaftar melalui jalur afirmasi meskipun masuk dalam kategori desil 1 sampai 5 yang seharusnya berhak mengikuti jalur tersebut.
Ia menilai persoalan yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh kesalahan saat proses input data pada tahap pra-SPMB. Dalam sejumlah kasus, data desil milik calon peserta didik bahkan tidak tercantum sama sekali dalam sistem DTSEN.
Ada juga yang menghubungi saya karena data desilnya tidak ada sama sekali. Ini menunjukkan data DTSEN belum sepenuhnya akurat, ujarnya.