Bupati Temanggung: Nyadran Perdamaian Ajang Silaturahim yang Istimewa di Kaloran

Tradisi nyadran ini melibatkan masyarakat yang membawa berbagai jenis makanan dalam tenong ke pemakaman.
Jum'at, 23 Januari 2026 23:37 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Temanggung, Gesuri.id - Bupati Temanggung yang juga politisi PDI Perjuangan Agus Setyawan mengatakan Nyadran Perdamaian merupakan ajang silaturahim yang istimewa, terutama karena melibatkan pemeluk agama Islam, Buddha, dan Kristen.

Diketahui, masyarakat dari berbagai keyakinan di Dusun Krecek dan Gletuk, Desa Getas, Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar tradisi Nyadran Perdamaian.

Acara yang berlangsung di Pemakaman Gletuk pada Jumat, 16 Januari 2026, ini menjadi simbol kerukunan antarumat beragama.

Agus Setyawan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud nyata persatuan.

Masyarakat yang hadir di sini dari berbagai macam keyakinan yang mereka anut bersatu di tempat ini. Kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk wujud masyarakat desa di Kabupaten Temanggung secara umum, khususnya di Desa Getas selalu menjalin hubungan silaturahim meskipun berbeda keyakinan, ujarnya.

Baca juga :