Ikuti Kami

Bupati Spei Bidana: Anak-Anak Pegubin Harus Kenal Budaya Okmemin Sejak Dini

Kata Bupati Spei, ada tim kajian yang dibentuk hasil kerjasama antara Universitas Okmin Papua dan beberapa dosen Antropologi di Papua

Bupati Spei Bidana: Anak-Anak Pegubin Harus Kenal Budaya Okmemin Sejak Dini
Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana bersama siswa-siswi SMP Negeri 2 Okpol - Foto; PapuaBangkit.com

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin) Spei Yan Bidana meminta para guru dan orang tua harus mulai mengenalkan budaya Ok Mek Min (Okmemin) kepada generasi muda di wilayah itu sejak pendidikan dasar, baik itu secara formal di sekolah maupun di tengah kehidupan keluarga.

“Sebab kebudayaan itu akar dan identitas kita. Kita punya budaya Okememin yang kuat. Pendidikan budaya ini tak hanya tanggung jawab sekolah tetapi juga orang tua di rumah,” kata Bupati Spei Bidana, Jumat (16/01).

Menurut Spei, pengenalan atau pendidikan budaya sejak usia dini penting untuk membentuk karakter, menanamkan identitas diri, dan rasa bangga generasi muda terhadap daerahnya dan bangsa.

“Selain itu juga untuk menumbuhkan toleransi, empati terhadap perbedaan, merawat tradisi dan kearifan lokal, dan menyiapkan anak menghadapi dunia yang pluralistik dan arus globalisasi,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, di periode kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Arnold Nam, dirinya berkomitmen untuk mengembangkan bidang Sains, Seni, dan Olahraga sebagai wujud dari Visi Cerdas yang dicanangkan. Pada seni, ada bagian kebudayaan di dalamnya.

“Nah dalam upaya pewarisan budaya itu, kita sedang mendorong pengakuan wilayah Kebudayaan Okmemin dan meletakkannya dalam road map pembangunan berkelanjutan atau berbasis konservasi. Semuanya ini demi menjaga lingkungan untuk diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Saat ini, kata Bupati Spei, ada tim kajian yang dibentuk hasil kerjasama antara Universitas Okmin Papua dan beberapa dosen Antropologi di Papua yang tengah melakukan penelitian tentang peran Ap Iwol sebagai institusi adat masyarakat Okmemin di Pegunungan Bintang.

“Ini dalam kerangka kosmologi Aplim-Apom yang memaknai wilayah adat sebagai pusat relasi antara manusia, alam, dan leluhur. Penelitian dilakukan melalui pendekatan etnografi mendalam dan pemetaan partisipatif,” tutupnya.

 

Quote