Dari STOVIA, Anak Muda Menulis Sejarah Jadi Inspirasi Perubahan

Tetapi sejarah tidak selalu bergerak melalui lompatan besar.
Selasa, 13 Oktober 2026 18:29 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

TEPAT 20 Mei 1908, di Batavia, sekelompok pelajar STOVIA berkumpul di ruang anatomi. Di tempat itulah Soetomo dan kawan-kawannya mendirikan Boedi Oetomo, sebuah perkumpulan yang kelak dikenang sebagai salah satu tonggak Kebangkitan Nasional.

Mereka adalah anak-anak muda. Belum memiliki kekuasaan atau jabatan, bahkan belum berbicara tentang Indonesia sebagai sebuah bangsa seperti sekarang. Namun, mereka memiliki satu hal penting: kesadaran bahwa keadaan tidak boleh dibiarkan berjalan begitu saja.

Goenawan Mangoenkoesoemo termasuk di antara mereka. Bersama Soetomo dan pelajar STOVIA lainnya, ia membangun ruang untuk berkumpul, berdiskusi, bertukar gagasan, dan memikirkan kemajuan masyarakat.

Gagasan itu tidak lahir dari ruang kosong. Sebelumnya, dr. Wahidin Soedirohoesodo berkeliling Jawa membawa gagasan tentang pentingnya pendidikan dan penghimpunan dana pendidikan. Pertemuan dengan pelajar STOVIA kemudian mempertemukan gagasan tokoh yang lebih tua dengan energi anak muda yang sedang mencari jalan perubahan.

Di sinilah menariknya sejarah.

Baca juga :