Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani, mengajak umat Muslim untuk menjadikan Malam Nisfu Syaban sebagai momentum refleksi diri dan pembenahan batin, di tengah dinamika kehidupan yang kian kompleks.
Malam Nisfu Syaban saatnya menunduk, bukan menuntut. Menata niat, bukan menghakimi. Muhasabah diri adalah cahaya bagi hati yang ingin kembali lurus, ujar Dewi Juliani dikutip Selasa (3/2).
Menurut Dewi, Malam Nisfu Syaban bukan sekadar peringatan keagamaan, tetapi juga pengingat akan pentingnya kejujuran pada diri sendiri. Dalam suasana batin yang hening, setiap manusia diajak untuk melihat ke dalam, menimbang langkah yang telah dilalui, serta memperbaiki arah ke depan.
Ia menilai, sikap menunduk dan menata niat menjadi kunci dalam merawat persaudaraan dan menjaga keharmonisan sosial. Di tengah perbedaan pandangan dan kepentingan, muhasabah diyakini mampu meredam ego serta mendorong lahirnya sikap saling memahami.
Sebagai wakil rakyat, Dewi Juliani menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual harus senantiasa menjadi fondasi dalam menjalankan amanah. Introspeksi diri, kata dia, penting agar setiap kebijakan dan keputusan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan keadilan sosial.