Jakarta, Gesuri.id Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Panca Azimat Universitas Bung Karno (UBK) mencanangkan diri sebagai pusat pergerakan intelektual mahasiswa di Jakarta. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan intensif bertajuk Pelatihan Penulisan hingga Publikasi: Mengonstruksi Argumen, Mengunggah Berita, Mengelola Opini, dan Menguasai Media di Markas Persatuan Alumni GMNI, Cikini, Jakarta Pusat.
Kegiatan yang diikuti oleh kader GMNI se-UBK ini bertujuan mengembalikan marwah mahasiswa sebagai kelompok pemikir. Fokus utamanya adalah membekali kader agar mampu menguasai opini publik melalui tulisan berbasis data dan analisis kritis.
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur
Ketua Komisariat Panca Azimat, Bung Arya, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh hanya identik dengan aksi demonstrasi, tetapi harus ditopang oleh gagasan terstruktur.
Kader GMNI harus mampu menghidupkan pergerakan intelektual. Kita tidak hanya hadir di jalanan, tetapi juga harus memengaruhi ruang publik melalui analisis dan ide yang tajam. Inilah langkah awal untuk menjadi barometer intelektual di Jakarta, ujar Arya.