Mohammad Tabrani, Sang Pemberani dari Pamekasan, Penggagas Bahasa Indonesia Menuju Sumpah Pemuda

Tabrani memperlihatkan kemerdekaan tidak hanya membutuhkan keberanian melawan penjajahan, tetapi juga visi untuk menyatukan masyarakat.
Kamis, 15 Oktober 2026 12:02 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Perjuangan menuju persatuan Indonesia tidak hanya dibangun melalui perlawanan terhadap kolonialisme, tetapi juga melalui gagasan tentang identitas bersama. Salah satu tokoh penting dalam proses tersebut adalah Mohammad Tabrani, pemuda asal Pamekasan, Madura, yang berani memperjuangkan gagasan penggunaan nama Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan jauh sebelum Sumpah Pemuda 1928.

Peran Tabrani memperlihatkankemerdekaan tidak hanya membutuhkan keberanian melawan penjajahan, tetapi juga visi untuk menyatukan masyarakat yang berbeda suku, bahasa, dan latar belakang. Melalui pemikiran dan aktivitasnya dalam pergerakan pemuda, ia turut meletakkan fondasi bagi lahirnya identitas kebangsaan Indonesia.

Dari Wartawan Muda Menjadi Penggerak Persatuan

Mohammad Tabrani Soerjowitjitro lahir di Pamekasan, Madura, pada 10 Oktober 1904. Ia dikenal sebagai wartawan sekaligus aktivis pergerakan nasional yang memiliki perhatian besar terhadap pembentukan identitas kebangsaan. Gagasan tentang bahasa persatuan mulai ia suarakan melalui surat kabar Hindia Baroe, tempatnya bekerja sejak 1925.

Pada 10 Januari 1926, Tabrani menulis artikel berjudul Kasihan di rubrik Kepentingan surat kabar tersebut. Gagasan itu kemudian diperkuat melalui tulisan berjudul Bahasa Indonesia pada 11 Februari 1926. Melalui tulisan-tulisannya, ia mengajukan pemikiran bahwa bangsa yang ingin bersatu perlu memiliki identitas kebahasaan yang mencerminkan kebangsaannya sendiri.

Baca juga :