Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi lll DPR RI asal Bali dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta, mengajak masyarakat Bali melakukan perenungan mendalam pada momentum suci Tumpek Wariga.
Menurut Parta, ritual yadnya warisan leluhur Bali bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bentuk kesadaran spiritual manusia Bali dalam memandang alam sebagai bagian dari dirinya sendiri.
Para tetua Bali mungkin tidak mengenyam pendidikan formal modern, tetapi mereka memiliki kecerdasan spiritual luar biasa. Mereka memahami bahwa manusia tidak terpisah dari pohon, tanah, air, gunung, dan seluruh semesta kehidupan, kata Parta dalam catatan reflektif yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya menjelang dini hari dari Guwang, Gianyar, dikutip Selasa (26/5/2026).
Parta menilai, leluhur Bali sejatinya telah mewariskan konsep konservasi alam jauh sebelum istilah modern mengenai lingkungan hidup dikenal dunia. Ia menjelaskan, sebelum agama Bali dikenal dengan nama Hindu seperti sekarang, orientasi spiritual masyarakat Bali berpusat pada penghormatan terhadap leluhur dan kehidupan semesta, mulai dari danau, gunung, laut, pohon, sungai hingga seluruh makhluk hidup.
Karena itu, lanjutnya, berbagai rerainan Tumpek sesungguhnya menjadi pengingat bahwa segala sesuatu yang memberi kehidupan harus dihormati melalui persembahan dan rasa terima kasih.