Jakarta, Gesuri.id Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, kembali memunculkan perdebatan sengit di publik. Di satu sisi, Soeharto dikenal sebagai tokoh pembangunan yang membawa Indonesia pada era stabilitas ekonomi dan pertumbuhan infrastruktur.
Namun di sisi lain, jejak kekuasaan panjangnya diwarnai praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), hingga pelanggaran hak asasi manusia yang membekas dalam sejarah bangsa. Kini, kebenaran sejarah kembali diuji terutama terkait klaim bahwa Soeharto adalah penggagas Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.
Dalam podcast Keadilan TV yang ditayangkan Minggu (9/11), wartawan senior sekaligus politisi gaek PDI Perjuangan, Panda Nababan, mengungkap fakta mengejutkan. Ia menilai, klaim yang menyebut Soeharto sebagai penggagas Serangan Umum 1 Maret adalah bentuk pemutarbalikan sejarah yang berpotensi menyesatkan generasi muda. Panda bahkan menegaskan bahwa Sri Sultan Hamengkubuwono IX-lah penggagas sesungguhnya dari operasi militer bersejarah tersebut.
Kaget-kaget aku nonton di TV pernyataannya Fadli Zon yang bilang Serangan Umum 1 Maret itu inisiatif Soeharto, ujar Panda.
Panda kemudian menuturkan pengalamannya ketika mendengar langsung cerita dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Saya masih ingat betul, Sri Sultan bercerita kepada saya bahwa dialah Panglima Tertinggi di Yogyakarta waktu itu. Istananya tidak bisa disentuh, tapi tentara bisa keluar masuk dengan aman. Dialah yang menggagas serangan tersebut, kata Panda menirukan penuturan Sri Sultan. Ia menambahkan, Sultan sendiri yang menyusun rencana besar itu demi menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada, dan TNI masih mampu bertempur melawan agresi militer Belanda.