Jakarta, Gesuri.id Wartawan senior sekaligus politisi PDI Perjuangan, Panda Nababan, mengungkap pengalaman kelamnya pada masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto. Dalam kesaksiannya, Panda menyebut dirinya bersama almarhum Taufiq Kiemas pernah dituduh sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ditahan tanpa bukti hanya karena aktif dalam organisasi mahasiswa.
Hal itu disampaikan Panda dalam Diskusi Pro Kontra Gelar Pahlawan Soeharto yang digelar di Kantor Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII), Jakarta, Ahad (9/11/2025).
Saya dan Taufiq Kiemas termasuk orang yang di-PKI-kan. Saya dulu aktivis mahasiswa di kampus Universitas Bung Karno dan almarhum Taufiq Kiemas aktivis GMNI dari Universitas Sriwijaya. Kami ditahan tanpa bukti, hanya karena aktif berorganisasi dan dianggap Sukarnois. Soeharto memelihara isu PKI untuk menyerang lawan-lawan politiknya. Ini bukan cerita, tapi fakta yang saya alami, ujar Panda Nababan.
Sebagai wartawan pada masa itu, Panda juga merasakan langsung tekanan dan sensor ketat terhadap media. Banyak topik yang dilarang diberitakan, terutama yang berkaitan dengan militer atau keluarga Cendana.
Kami hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Tidak bisa menulis soal hal-hal yang dianggap sensitif, apalagi menyangkut anak-anak Cendana, kenangnya.