Semangat Sumpah Pemuda Era Digital, Gen Z Ditantang Lepas dari Ego "Echo Chamber"

Semangat tersebut kini harus direplikasi melalui keberanian keluar dari zona nyaman digital.
Rabu, 14 Oktober 2026 17:00 WIB Jurnalis - Kristin Tambunan

Tangerang, Gesuri.id Semangat Sumpah Pemuda 1928 dinilai masih sangat relevan diimplementasikan pada era modern saat ini. Jika tantangan terbesar pemuda masa lalu adalah melebur ego kesukuan, maka tantangan utama bagi generasi Z (Gen Z) saat ini adalah berani keluar dari jeratan ego algoritma dan ruang gema (echo chamber).

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, Nisaa Diniyaty, menilai Gen Z saat ini hidup di era digital yang sangat tersekat-sekat dalam komunitas fandom, hobi, kampus, hingga kelompok aktivis tertentu yang membuat mereka kerap hanya terhubung dengan pihak-pihak yang sepemikiran.

Oleh karena itu, semangat Mohammad Yamin dan para tokoh pemuda terdahulu dalam membangun koalisi lintas komunitas harus dihidupkan kembali dalam format kekinian.

Bentuk nyata dari Jong Sumatranen Bond versi digital dapat dilihat ketika Gen Z lintas kampus menggalang petisi digital untuk mengawal kebijakan publik, kolaborasi komunitas lingkungan dengan pegiat literasi, hingga kerja sama lintas daerah seperti pemuda Papua dan Aceh yang berjejaring di platform digital untuk melakukan aksi sosial.

Tema ini menegaskan bahwa keberanian pemuda pada 1928 bukan sekadar melawan penjajah, melainkan melawan ego diri sendiri.

Baca juga :