APBN sebagai Alat Perjuangan: Menimbang Optimisme dan Realitas Ekonomi 2027

Oleh: Dr. Harris Turino, ST., SH., MSi., MM – Kapoksi PDI Perjuangan Komisi XI DPR RI.
Rabu, 20 Mei 2026 21:19 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Narasi Besar di Balik Angka

Jakarta, Gesuri.id - Di ruang sidang paripurna DPR RI, pidato Presiden tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 bukan sekadar paparan angka defisit atau proyeksi pertumbuhan. Ini adalah narasi besar tentang arah perjalanan bangsa menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Bayangkan petani yang tersenyum melihat panennya, nelayan yang melaut dengan tenang, guru yang hidup sejahtera, UMKM yang naik kelas, hingga jaminan sosial yang menghadirkan rasa aman. Itulah Indonesia yang ingin dibangun. Pesan intinya tegas yaitu APBN bukan sekadar buku kas negara, melainkan alat perjuangan bangsa untuk melindungi rakyat, memperkokoh ekonomi, dan mempercepat kesejahteraan.

Optimisme yang Berdasar, namun Perlu Uji Realitas

Di tengah ketidakpastian global seperti perang dagang, konflik geopolitik, inflasi, hingga gangguan rantai pasok, pemerintah memilih optimisme. Dan optimisme itu berdasar pada data yaitu inflasi terkendali di 2,42 persen, surplus perdagangan 71 bulan berturut-turut, cadangan devisa kuat, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih salah satu tertinggi di G20.

Baca juga :