Jakarta, Gesuri.id - Program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah pada dasarnya lahir dari niat mulia, memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan nutrisi yang cukup demi menunjang tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Secara konseptual, kebijakan ini memiliki semangat keadilan sosial dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Namun dalam praktiknya, kebijakan publik tidak cukup hanya berangkat dari niat baik, program ini harus diuji oleh ketepatan perencanaan, kecukupan anggaran, akuntabilitas pelaksanaan, dan dampak nyata di lapangan.
Saya memandang perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap implementasi program ini, khususnya terkait dampaknya terhadap sektor pendidikan dan kualitas layanan yang diterima peserta didik.
Salah satu persoalan mendasar adalah terjadinya realokasi dan tekanan terhadap anggaran pendidikan. Pendidikan bukan hanya soal kehadiran siswa di sekolah, tetapi juga menyangkut kualitas guru, sarana prasarana, digitalisasi pembelajaran, hingga penguatan kurikulum.