Ikuti Kami

Matindas Dorong Pemberdayaan Kantin Sekolah untuk Program Makan Bergizi Gratis

Langkah ini dinilai strategis demi memulihkan tata kelola program pascakasus hukum yang sempat menjerat kepemimpinan lembaga tersebut.

Matindas Dorong Pemberdayaan Kantin Sekolah untuk Program Makan Bergizi Gratis
Anggota Komisi VIII DPR RI, Matindas J. Rumambi.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI, Matindas J. Rumambi, menyambut positif komitmen Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang, untuk melibatkan kantin sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini dinilai strategis demi memulihkan tata kelola program pascakasus hukum yang sempat menjerat kepemimpinan lembaga tersebut sebelumnya.

​Matindas mendorong BGN segera mengoptimalkan sarana kantin yang telah tersedia di seluruh pelosok Indonesia. Menurut legislator Fraksi PDI Perjuangan ini, memanfaatkan infrastruktur yang ada jauh lebih efisien, hemat anggaran, dan minim risiko dibanding memaksakan pembangunan dapur umum baru dari nol.

Baca: Ganjar Beri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda

​"Kita berkejaran dengan waktu untuk meningkatkan kualitas SDM. Mengapa harus membuang energi dan anggaran besar untuk membangun dapur umum baru, jika kita bisa memberdayakan ratusan ribu kantin sekolah yang sudah ada?" ujar Matindas di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta.

​Langkah pembenahan ini dinilai mendesak mengingat anggaran program MBG yang sangat besar kini telah dipangkas menjadi Rp268 triliun. Matindas meminta BGN bergerak cepat memperbaiki tata kelola pemenuhan gizi anak bangsa tanpa terjebak pada proyek pembangunan fisik yang memakan waktu lama.

​Legislator asal Sulawesi Tengah tersebut membeberkan tiga alasan utama mengapa pola pemberdayaan kantin sekolah jauh lebih unggul:

- ​Fokus pada Kualitas Gizi: Dana negara tidak habis untuk belanja semen dan batu (pembangunan fisik), melainkan dialokasikan langsung pada kualitas bahan makanan.

- ​Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Program ini otomatis menggandeng pelaku UMKM, pengelola kantin lama, serta masyarakat di sekitar sekolah sehingga roda ekonomi tingkat desa bergerak.

- ​Kontrol Mutu Lebih Mudah: Pengawasan higienitas makanan jauh lebih efektif karena proses penyajian berada langsung di lingkungan sekolah.

Baca: Munas Selesai, IESPA Kalsel Titip 5 Harapan Besar

​Kendati demikian, Matindas mengingatkan agar BGN tetap menyusun standardisasi yang ketat. Lembaga tersebut perlu merumuskan regulasi pengelolaan makanan, variasi menu, sertifikasi higienitas, hingga sistem pasokan bahan baku segar yang diserap langsung dari petani lokal.

​Pola swakelola ini diyakini mampu menciptakan ekosistem pangan yang sehat di tingkat akar rumput.

​"Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan, melainkan dari efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia secara berkelanjutan demi mewujudkan Generasi Emas," pungkas Matindas.

Quote