Ketika Data Menggugat Kebijakan: Poor Economics dan Masa Depan Pengentasan Kemiskinan Indonesia Membaca kemiskinan melalui bukti

Oleh: Dewan Pembina Megawati Institute, Anggota DPR RI, Darmadi Durianto. 
Selasa, 23 Desember 2025 23:11 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Buku Poor Economics karya Abhijit V. Banerjee dan Esther Duflo menawarkan koreksi mendasar terhadap cara negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, memandang dan menangani kemiskinan.

Alih-alih bertumpu pada teori besar dan indikator makro semata, buku ini menempatkan kemiskinan sebagai fenomena mikro yang kompleks, dipengaruhi oleh pilihan yang terbatas, struktur insentif, serta kualitas institusi dan desain kebijakan publik.

Pendekatan tersebut menjadi relevan bagi Indonesia. Meski angka kemiskinan secara statistik menunjukkan tren penurunan, persoalan kerentanan ekonomi, ketimpangan wilayah, serta akses layanan dasar yang belum merata masih menjadi tantangan struktural.

Dalam konteks inilah Poor Economics mengajukan pertanyaan mendasar: apakah kebijakan publik benar-benar memahami cara orang miskin mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari mereka?

Kemiskinan: Soal Kapabilitas, Bukan Sekadar Pendapatan

Baca juga :