Megawati, Ali Khamenei, dan Keadilan Dunia

Oleh: Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat.
Selasa, 10 Maret 2026 09:09 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada 28 Februari 2026, dalam serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel bukan sekadar peristiwa politik regional. Ia segera menjadi isu moral global.

Pada 3 Maret 2026, Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menulis surat resmi belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran. Surat bernomor 014/EX/KU/III/2026 itu kemudian diserahkan oleh Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan kepada Kedutaan Besar Iran di Jakarta.

Surat tersebut bukan sekadar protokol diplomatik. Ia adalah pernyataan politik tentang keadilan dunia. Megawati menegaskan beberapa hal penting.

Pertama, ia menyampaikan duka atas wafatnya seorang pemimpin yang selama lebih dari tiga dekade memimpin Iran di tengah tekanan geopolitik, sanksi ekonomi, dan ancaman militer.

Kedua, ia menyebut Khamenei sebagai sosok yang memadukan iman keagamaan, keadilan sosial, dan sikap anti-imperialisme dalam kepemimpinannya.

Baca juga :